"It's Not Over Until It's Over"
Karena sebenarnya, semua itu memiliki jalan keluarnya
Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang 2026. Mendalami tiga keahlian utama (kode, desain, dan motion graphic). Dan tentunya all-in di setiap bidang.
Dua tahun di OSIS bukan cuma soal organisasi, tapi soal menyelesaikan setiap proyek. Sekecil apapun, harus diselesaikan dengan sepenuh hati.
Dari website sampai motion graphic โ saya menyelesaikan apa yang saya mulai.
Website bukan cuma "bisa diakses." tapi website yang punya jiwa, animasi mulus, layout rapi, dan code bersih di baliknya.
Feeds Instagram yang memancing mata ribuan user. Dari feeds promosi sampai model 3D, semuanya didesain untuk menangkap perhatian, bukan sekadar keindahan.
Klip musik dengan visual yang bernyawa. Lyric video dengan motion kompleks dan tentunya setiap frame manual, tanpa AI. Dari konsep sampai render final.
โ Philip Lincani โ
Website portofolio untuk usaha properti. Rapi, elegan, animasi halus yang memberikan kesan serius. Kesederhanaan tersebut yang menjadi kekuatan.
GitHub โ
๐ต
Cuplikan lagu jadi visual yang bernyawa. Meskipun memiliki animasi mograph yang kompleks tetap bebas dari AI. Setiap gerakan keputusan yang disengaja. Pure creative energy.
Instagram โ
๐จ
Feeds promosi Instagram seragam dan BOLD untuk bisnis acrylic. Warna yang meledak dan highlight produk yang langsung di-notice.
Instagram โOSIS bukan kegiatan sekolah saja. Di sini saya belajar bahwa kepemimpinan itu soal melayani.
Memimpin panitia pentas seni di sekolah SMA saya. Koordinasi tim, manajemen waktu, eksekusi dari nol sampai selesai. All-in, step by step.
Tanggung jawab yang lebih besar sebagai ketua sekbid. Berbagai hal baru saya coba (seleksi anggota, sponsorship, public speaking, etc), tidak semuanya berhasil, tapi semuanya membawa saya 1 langkah kedepan.
Fondasi organisasi, networking, dan kerja tim. Ini yang membentuk cara saya bekerja sampai sekarang, yaitu terstruktur, all in, dan konsisten.
My personal contact.